TUGAS
PSIKOLOGI BELAJAR
PENDEKATAN
CBSA
DAN
KETERAMPILAN PROSES PEMBELAJARAN
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Psikologi
Belajar
Dosen Pengampu : Joko Siswono, M.Pd
![]() |
Disusun Oleh :
Muclis Zaenul Ihsan (10310026)
Anna Shofiana (10310040)
Nur Liana (10310028)
Nurul Fatimah (10310029)
Ria Rosyada (10310041)
FAKULTAS
PENDIDIKAN MATEMATIKA
DAN
ILMU PENGETAHUAN ALAM
“PENDIDIKAN
MATEMATIKA”
IKIP
PGRI SEMARANG 2010/2011
KATA PENGANTAR
Segala
puji bagi Allah swt. yang telah memberikan segala nikmatnya kepada
hamba-hambanya dan oleh karena itu makalah ini dapat kami selesaikan dengan
baik walaupun dalam penulisan ini masih begitu banyak kekurangannya.
Dan kami
ucapakan rasa terima kasih kami kepada kedua orang tua kami yang selalu memberi
kami semangat dalam menuntut ilmu yang pada akhirnya memberikan semangat
motivasi kami dalam menuntut ilmu.
Adapun isi
makalah ini menyinggung tentang penyelenggaraan pembelajaran merupakan salah
satu tugas utama guru, di mana pembelajaran dapat diartikan sebagai kegiatan
yang ditujukan untuk membelajarkan siswa. Untuk dapat membelajarkan siswanya,
salah satu cara yang dapat ditempuh oleh guru ialah dengan menerapkan
pendekatan CBSA dan pendekatan keterampilan proses (PKP) dalam pembelajaran.
Baik CBSA maupun PKP merupakan pendekatan pembelajaran yang tersurat dan
tersirat dalam kurikulum yang berlaku.
Kemudian kami
sebagai penulis sangat menyadari bahwa makalah ini masih jauh sekali dari
kesempurnaan, baik dari isi dan penyajian. Untuk itu kami sangat mengharapkan
saran dan kritik yang membangun untuk menuju kesempurnaan dalam penulis ini. Semoga
hadirnya makalah yang sederhana ini memberi mamfaat untuk pembaca dan terutama
untuk penulis.
Penulis
Daftar Isi
KATA PENGANTAR
..................................................................................... i
DAFTAR ISI ..................................................................................................... ii
BAB I. PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang ........................................................................................ 1
B. Rumusan
Masalah ................................................................................... 2
C. Tujuan
..................................................................................................... 2
BAB II. PEMBAHASAN
A. Pengertian
Pendekatan CBSA ................................................................ 3
B. Dasar-Dasar
Pendekatan CBSA ............................................................. 4
C. Perlunya
CBSA Dalam Pengajaran ........................................................
D. Penerapan
CBSA Dalam Pembelajaran ..................................................
E. Prinsip-Prinsip
CBSA .............................................................................
BAB III. PENUTUP
A. Kesimpulan
.............................................................................................
B. Saran
.......................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA
.....................................................................................
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Jika kita
tinjau perkembangan dan pertumbuhan seseorang, maka makin jelaslah bahwa hidup
seseorang didalam lingkungan yang berbudaya itu merupakan suatu perjuangan dari
seseorang untuk hidup dengan hak asasi manusiawi dalam menyatakan dirinya,
mahkluk yang berkehendak berdiri sendiri. Makin aktif ia berikan konstribusi
dalam lingkungan sosialnya, makin ia menjalin ikatan dan menerima norma dari
lingkungan, makin meningkatatkan aspirasi-aspirasi dalam mempersoalkan
kepentingan untuk mencapai cita-citanya dalam mewujudkan dirinya (self actualization),
mengacu kepada kemandirian.
Manusia hidup
antara dua kutub existensi sosial (lingkungan) dan kutub existensi individu,
yang satu dengan yang lain saling terjalin dalam dirinya (idividualisasi dan
sosialisasi). Pada satu pihak ia berhak mengemukakan dirinya atau kutub
existensi individual ingin dihargai dan diakui, tetapi pada pihak lain ia harus
menyesuaikan diri pada ketentuan-ketentuan yang berlaku di dalam masyarakat, di
dalam lingkungan sosialnya (kutub existensi sosial). Bila antar kedua kutub ini
ada keseimbangan, maka ia akan mencapai suatu kondisi mental sehat, tetapi
bukan semata-mata keseimbangan inilah yang merupakan makna hidup. Pada umumnya
manusia beraspirasi dan dalam mewujudkan aspirasi itu ada suatu jarak yang
ditempuh oleh setiap orang, yaitu jarak potensi yang dimiliki dan apa yang
ingin dicapainya, jarak antara mengenal diri sebagai mana ia adanya, prestasinya
(konsep diri) dan sebagaimana ia ingin menjadi.
Mendidik
pada hakikatnya merupakan bantuan untuk mencapai perkembangan dalam mewujudkan
dirinya, tanpa mengabaikan kepentingan lingkunganya dalam perkembangan tersebut
seperti tercentus di dalam perumusan GBHN yang bertolak dari UUD 1945 dalam
kehidupan pancasila maka manusia indonesia seutuhnya mencakup kemandirian dan
kemampuan untuk ikut bertanggungjawab terhadap pembangunan bangsanya. Ini
berati bahwa cara-cara pemberian informasi itu dan suasana interaksi itu
berlangsung lebih penting daripada informasi itu sendiri. Disinilah proses
menjadi sarana tidak saja meningkatakan cara belajar siswa aktif.
B.
RUMUSAN MASALAH
1.
Apa
Pengertian Pendekatan CBSA?
2.
Apa
Dasar-Dasar Pendekatan CBSA?
3.
Apa
Perlunya CBSA Dalam Pengajaran?
4.
Bagaimana
Penerapan CBSA Dalam Pembelajaran?
5.
Apa
Prinsip-Prinsip CBSA?
C. TUJUAN
1.
Untuk
Mengetahui Apa Yang Dimaksud Pendekatan CBSA.
2.
Untuk
Mengetahui Dasar-dasar Pendekatan CBSA.
3.
Agar
Dapat Memahami Tentang Bagaimana Penerapan CBSA dalam Pembelajaran.
4.
Untuk
Mengetahui Seberapa Perlunya CBSA dalam Pengajaran.
5.
Untuk
Mengetahui Prinsip-prinsip CBSA.
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Pendekatan CBSA
Setiap proses
pembelajaran pasti menampakkan keaktifan orang yang belajar atau siswa.
Pernyataan ini tidak dapat kita bantah atau kita tolak kebenarannya. Adanya
kenyataan ini, menyebabkan sulitnya mendefinisikan pengertian pendekatan CBSA
secara tepat. Kepastian adanya keaktifan siswa dalam setiap proses
pembelajaran, memberikan kepastian kepada kita bahwa pendekatan CBSA bukanlah
suatu hal yang dikotomis. Hal ini berarti, setiap peristiwa pembelajaran yang
diselenggarakan oleh guru dapat dipastikan adanya penerapan pendekatan CBSA dan
tidak mungkin tidak terjadi penerapan pendekatan CBSA dalam peristiwa pembelajaran.
Keaktifan siswa dalam
peristiwa pembelajaran mengambil beraneka bentuk kegiatan, dari kegiatan fisik
yang mudah diamati sampai kegiatan psikis yang sulit diamati. Kegiatan fisik
yang dapat diamati di antaranya dalam bentuk kegiatan membaca, mendengarkan,
menulis, meragakan, dan mengukur. Sedangkan contoh-contoh kegiatan psikis
seperti mengingat kembali isi pelajaran pertemuan sebelumnya menggunakan
khasanah pengetahuan yang dimiliki dalam memecahkan masalah yang dihadapi,
menyimpulkan hasil eksperimen, membandingkan satu konsep dengan konsep yang
lain, dan kegiatan psikis lainnya. Namun demikian, semua kegiatan tersebut
harus dapat dipulangkan kepada suatu karakteristik, yaitu keterlibatan
intelektual-emosional sisw dalam kegiatan pembelajaran. Keterlibatan tersebut
terjadi pada waktu kegiatan kognitif dalam pencapaian atau perolehan
pengetahuan, pada saat siswa mengadakan latihan- latihan dalam pembentukan
keterampilan, dan sewaktu siswa menghayati dan menginternalisasi nilai-nilai
dalam pembentukan sikap dan nilai. Dengan kata lain, keaktifan dalam pendekatan
CBSA menunjuk kepada keaktifan mental, baik intelektual maupun emosional,
meskipun untuk merealisasikan dalam banyak hal dipersyaratkan atau dibutuhkan
keterlibatan langsung dalam berbagai bentuk keaktifan fisik.
Semua guru
profesional dituntut terampil mengajar tidak semata-mata hanya menyajikan
materi ajar. Guru dituntut memiliki pendekatan mengajar sesuai dengan tujuan
instruksional. Menguasai dan memahami materi yang akan diajarkan agar dengan
cara demikian pembelajar akan benar-benar memahami apa yang akan diajarkan.
Piaget dan Chomsky berbeda pendapat dalam hal hakikat manusia. Piaget memandang
anak akalnya sebagai agen yang aktif dan konstruktif yang secara perlahan-lahan
maju dalam kegiatan usaha sendiri yang terus-menerus. Pendekatan CBSA (Cara
Belajar Siswa Aktif) menuntut keterlibatan mental siswa terhadap bahan yang
dipelajari.
Pendekatan
CBSA menuntut keterlibatan mental vang tinggi sehingga terjadi proses-proses
mental yang berhubungan dengan aspek-aspek kognitif, afektif dan psikomolorik.
Melalui proses kognitif pembelajar akan memiliki penguasaan konsep dan prinsip.
Konsep CBSA yang dalam bahasa Inggris disebut Student Active Learning (SAL)
dapat membantu pengajar meningkatkan daya kognitif pembelajar. Kadar aktivitas
pembelajar masih rendah dan belum terpogram. Akan tetapi dengan CBSA para
pembelajar dapat melatih diri menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan kepada
mereka. Tidak untuk dikerjakan di rumah tetapi dikerjakan dikelas secara
bersama-sama.
Berdasarkan dalam
uraian diatas, dapatlah kiranya kita mengambil kesimpulan mengenai pengertian
pendekatan CBSA. Dimana pendekatang CBSA dapat diartikan sebagai pendekatan pengajaran yang
memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif terlibat secar fisik, mental,
intelektual, dan emosional dengan harapan siswa memperoleh pengalaman belajar
secara maksimal, baik dalam ranah kognitif, afektif, maupun psikomotor. Pelibatan intelektual-emosional/fisik
siswa serta optimalisasi dalam pembelajaran, diarahkan untuk membelajarkan
siswa bagaimana belajar memperoleh dan memproses perolehan belajarnya tentang
pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai.
Daftar
Pustaka
Cony Semiawan,
dkk.. 1986. Pendekatan Keterampilan
Proses: Bagaimana Siswa Dalam Belajar. Jakarta : PT Gramedia.
Dimyati.
Mudjiono. 2009. Belajar dan Pembelajaran.
Jakarta : Rineka Cipta.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Moho Saran yang mendukung....,